Romantisme Hujan

Tak banyak yang mengerti atau menyadari bahwa hujan adalah moment paling romantis yang diberikan semesta kepada manusia. Hujan bukan sekedar titik-titik air yang jatuh membasahi genting atau membasahi pucuk-puck daun di taman. Hujan adalah keindahan alami dari semesta untuk umat manusia.

Kumpulan warna-warna indah pelangi yang muncul selepas hujan, bau Petrichor* yg khas, lampu-lampu jalanan yang selalu memberikan nuansa kerinduan. Semua karena hujan

Selalu ada cerita yang tersimpan tentang hujan sepertia kata Utopia

Rinai hujan basahi aku
Temani sepi yang mengendap
Kala aku mengingatmu
Dan semua saat manis itu

Segalanya seperti mimpi
Kujalani hidup sendiri
Andai waktu berganti
Aku tetap tak ’kan berubahAku selalu bahagia
Saat hujan turun
Karna aku dapat mengenangmu
Untukku sendiri

Selalu ada cerita
Tersimpan dihatiku
Tentang kau dan hujan
Tentang cinta kita
Yang mengalir seperti air

Aku bisa tersenyum
Sepanjang hari
Karna hujan pernah menahanmu disini
Untukku 

 

*Bau yang muncul setelah hujan

Time is money?

Ada istilah yg mengatakan “Time is money”. Waktu adalah uang. Dan telah diketahui bersama kalau waktu yg dimiliki tiap-tiap manusia itu sama. 24 jam sehari. Terus kenapa banyak dari kita masih sibuk sekali memikirkan waktu/uang. Toh jumlahnya sama 24 jam. Hmmm mungkin masalahnya sekarang ada di manajemen waktu kali ya?. Menurut saya beruntunglah mereka yang sejak lahir sudah berada dalam lingkungan manajemen. Manajemen apapun itu. Tapi orang besar tak pernah menyalahkan keadaan, sedangkan fitrah manusia itu adalah sebagai pelajar seumur hidup. Sampai mati. Jadi nggak ada kata kelat buat mempelajari apapun. Termasuk manajemen waktu :) .

“Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn’t do than by the ones you did do”, Mark Twain

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.